Perfil

Fecha de registro: 25 oct 2022

Sobre...

Melihat Daya tarik Museum Siginjai Jambi



Awalannya Museum Siginjai mempunyai nama Museum Negeri Jambi. Dibuat di atas tempat punya organisasi PPMD Propinsi Jambi yang terdiri dari beberapa Ninik Mamak dan Tuo Tangganai yang selanjutnya dihibahkan pada Gubernur untuk pembangunan museum. Penghibahan tanah ini jadi bentuk dari semangat warga Jambi untuk selalu melestarikan budaya dan riwayat di periode kemarin.


Penempatan batu pertama dilaksanakan pada 18 Februari 1981 oleh Masjchun Syofwan yang pada waktu itu sebagai Gubernur dari Jambi. Selanjutnya dilaksanakanlah pembangunan sampai pada akhirnya disahkan oleh Fuad Hassan sebagai Menteri Pengajaran dan Kebudayaan pada 6 Juni 1988, diikuti dengan penandatanganan prasasti.


Semenjak dibuka untuk umum, Wisata Candi ini tak pernah sepi dengan pengunjung. Umumnya pengunjung ialah siswa, baik pelajar atau mahasiswa, periset, warga umum. Selanjutnya di tanggal 30 Oktober 2012, Museum Negeri Jambi berbeda nama jadi Museum Siginjai Jambi yang disahkan langsung oleh Gubernur Jambi.


Museum ini mempunyai lumayan banyak koleksi, banyaknya telah capai lebih dari 7.000 buah yang disimpan dengan baik sekali. Di museum ini, tiap koleksi terdiri dari ruang-ruang tertentu. Ada sekitaran 10 tipe koleksi seperti historika, arkeologika, seni rupa, tehnologi, numismatika, filologika, dan yang lain. Dari beberapa ribu koleksi yang ada, minimal ada 7 koleksi favorit sebagai berikut.


Arca Arvolokistewara dibuat dari perunggu berlapis emas, sebagai warisan dari Kerajaan Sriwijaya. Arca ini diketemukan di daerah Rantaukapastuo, Kabupaten Batanghari, pada 3 Februari 1991. Arca ini sendiri sebagai realisasi dewa dengan 4 tangan. Saat diketemukan, kerusakan cuma di bagian belakang dan bawah. Selebihnya, arca ini masih juga dalam kondisi utuh.


Wujud arca ini kecil, diketemukan di Kabupaten Tebo di tahun 80-an. Sayang pada periode itu, tidak ada catatan yang ideal hingga lokasi asli penemuan tidak dikenali. Arca ini berwujud ciri khas arca Buddha lain di Jambi yakni berpenampilan seni Gandhara. Cirinya berbentuk jubah tipis yang umum dikenai Si Buddha.


Arca ini sebelumnya dilapis emas pada semua permukaan atasnya. Sayang, korosi pada bagian bawah susunan emas ini memunculkan karat-karat hingga permukaan atasnya terkelupas dan hancur.


Arca ini dibuat dari perunggu. Tingginya cuma 32 cm. dan lebar 11,5 cm.. Diprediksi datang dari era 13 sampai 14 Masehi, arca ini diketemukan di Tanjung Jabung Timur. Diperassmi datang dari dipa yang disebut atribut dari Dewi Laksmi pada keyakinan Hindu. Memakai style seni Kerajaan Chola di India, arca ini sama dengan museum yang berada di Bombai.


Kalung ini sebagai hubungan dari kawat emas dan komplet dengan gespernya. Kalung ini diketemukan di tahun 1994 oleh masyarakat yang hendak bersihkan kebun dari tumpukan abu gambut, lokasinya di Dusun Lambur I. Pemerintahan selanjutnya memberi imbalan dengan harga kalung emas 18 karat itu sebagai perkataan terima kasih karena sudah memberikannya pada negara.


Sabuk emas yang diketemukan di Dusun Lambur ini memiliki kandungan emas 18 dan 20 karat yang tercipta dari ikatan cincin-cincin kecil sejumlah beberapa ribu yang diikat jadi satu. Sayang, asal mula dari sabuk ini tidak dikenali karena tidak ada info yang detil. Tetapi, karena diketemukan di dekat pantai yang dikuasai rawa-rawa, sabuk emas atau logam emasnya tiba di luar Lambur.


Koleksi Museum Siginjai ini sebuah dokumen yang dicatat pada sundul kerbau, penulisannya memakai tehnik gores. Dalam pada itu, sisi ujung sundul bermotif yang melingkar. Dokumen ini sendiri memakai bahasa Kerinci Karo dengan aksara incung. Berusia lebih dari 3 era, dokumen ini berisikan langkah panggil arwah nenek moyang, petuah, dan persyaratan jadi pimpinan.


Medali Turki jadi bukti dari pertemanan Kasultanan Jambi dengan Kasultanan Turki. Medali ini diberi sebagi wujud penghargaan ke utusan yang bertandang ke Turki untuk minta support hadapi Belanda di Jambi. Medali Turki ini mempunyai sisi lingkaran dengan tulisan Arab.


Museum Siginjai Jambi ada di Jl. Jenderal Urip Sumoharjo, Kota Jambi, Propinsi Jambi. Untuk ke arah lokasi tidak begitu susah. Pelancong bisa memakai kendaraan beroda 2 atau beroda 4. Untuk memudahkan perjalanan ke arah ke situ, lokasi museum dapat dijangkau memakai program GoogleMap yang hendak memberi jalur tercepat.


Museum ini membuka tiap hari Senin sampai Jumat. Di hari Senin sampai Kamis, museum membuka dari 08.00 sampai 15.00. Sementara di hari Jumat membuka pada 17.15 sampai 11.00 saja. Museum ini tutup tiap akhir minggu dan hari liburan nasional. Untuk ticket masuk benar-benar murah dan meriah, cuma Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak.


Lokasi Museum Macan yang dibuka untuk umum ini mempunyai sarana yang cukup ideal. Beberapa ruang yang dapat didatangi seperti Ruangan Pameran Masih tetap. Ruangan Pameran Temporer, Auditorium, perpustakaan, laboratorium atau pelestarian.


Ada banyak aktivitas bagus yang bisa dilaksanakan bila liburan ke Museum Siginjai. Ada beberapa pengunjung yang tiba dari beragam kelompok yang lakukan beberapa kegiatan tertentu, yang pasti berguna. Berikut sejumlah aktivitas yang bisa dilaksanakan beberapa pelancong yang tiba.


Jelas sudah bila bertandang ke museum monumental, jadi tidak cuma memperoleh kesan-kesan tetapi wacana baru, demikian pula bila liburan ke museum ini. Karena itu bukan hanya warga umum, museum ini banyak didatangi oleh beberapa siswa, mahasiswa, sampai beberapa periset.


Museum paling besar di Jambi ini sebagai salah satunya tujuan rekreasi yang bisa menjadi tempat untuk liburan dengan keluarga. Tempatnya yang nyaman membuat pelancong bisa terasa nyaman berkeliling-keliling menyaksikan koleksi yang ada. Disamping itu, museum ini sebagai tempat liburan yang paling murah dan meriah.


Tidak sekedar hanya menambahkan wacana, museum ini jadi tempat untuk lakukan riset. Ada banyak koleksi yang paling monumental info didalamnya jadi lokasi yang pas lakukan riset.


Sebagai penerus bangsa, seharusnya terus kenang kembali riwayat yang sempat terjadi pada periode kemarin. Untuk mengingatnya, karena itu satu diantaranya ialah tiba ke museum. Museum Siginjai yang mempunyai koleksi riwayat yang tinggi sekali tentu jadi tempat untuk mengenang waktu kemarin.


Tidak jauh dari Museum Siginjai ada pula beberapa tempat wisata yang lain bisa didatangi. Tujuan rekreasi ini bagus sekali sebagai opsi tempat liburan. Berikut sejumlah tempat wisata paling dekat dari museum paling besar di Jambi ini.

T
Timmothy Fleming

Timmothy Fleming

Más opciones